| Terlepas, Bendera Gagal Berkibar | | |
| Sumber : sindo
| |
| Kuningan-"kba.remaja.com"
Upacara peringatan detik-detik proklamasi di Lapangan Ewangga, Kabupaten Kuningan diwarnai insiden memilukan,kemarin. Bendera merah putih yang dikibarkan pasukan pengibar bendera (Paskibra) lepas dari pengaitnya saat dibentangkan. Kejadian tersebut praktis mengejutkan seluruh peserta upacara termasuk Bupati Kuningan dan pejabat unsur muspida seperti Kapolres,Dandim, Kepala Kejari, dan Ketua Pengadilan Kuningan. Tampak raut wajah sedih dan bingung dari para petugas pengibar bendera saat insiden tersebut terjadi. Meski menyalahi prosedur dan ketetapan (protap) pengibaran bendera peringatan detik- detik proklamasi tetap dilanjutkan hingga usai. Pemimpin Upacara Kapten CAJ Kundang AD mengatakan insiden tersebut murni musibah dan tidak ada unsur kesengajaan. “Semuanya di luar kehendak dan harapan kami. Sang Merah Putih tidak bisa dikibarkan sempurna karena ada masalah kecil yang berakibat fatal. Kait pada tali ternyata tidak mengunci cincin bendera dengan baik, sehingga saat akan dikerek ternyata bendera terlepas,”kata Kundang. Sejumlah petugas dengan sigap masuk ke lapangan untuk memperbaiki tiang dan tali bendera.Setelah tiang siap,kegiatan pengibaran bendera pun diulangi kembali. Seluruh peserta upacara kembali melakukan penghormatan bendera tanpa diiringi lagu Indonesia Raya. Diakui Kundang,terjadi kesalahan prosedur ketika petugas pengibar langsung melipat bendera begitu lagu kebangsaan Indonesia Raya selesai dinyanyikan. “Memang seharusnya petugas membentangkan bendera tersebut hingga seluruh rangkaian upacara selesai dilaksanakan. Namun yang terpenting, Sang Merah Putih tetap dikibarkan usai upacara dan disaksikan oleh seluruh peserta upacara,”kata Kundang. Sementara itu, Bupati Kuningan Aang Hamid Suganda mengungkapkan,kejadian tersebut sebagai musibah yang harus dimaknai secara arif dan bijaksana. “Kejadian tersebut merupakan musibah dan jangan sampai meruntuhkan jiwa nasionalisme kita untuk tetap memperingati hari kemerdekaan ini dan melanjutkan perjuangan para pahlawan dengan melakukan hal positif dan bermanfaat bagi nusa dan bangsa,”kata Aang. Sementara itu, di Kabupaten Indramayu pelaksanaan HUT RI ke-66 berlangsung khidmat.Pengibaran bendera di Alun-alun Kabupaten Indramayu berjalan lancar. Di tempat terpisah,puluhan peserta upacara di Alun-alun Kabupaten Majalengka pingsan. Teriknya sinar matahari diduga menjadi faktor utama kejadian tersebut. mohamad taufik/ tomi indra/inin nastain |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar