Jumat, 02 September 2011

Menteri Agama Menolak Minta Maaf soal Penetapan 1 Syawal

Penetapan 1 Syawal Kurang Cepat.


JAKARTA -"kba.ajiinews"

Oleh b: M Ismunadi

Menteri Agama Suryadharma Ali menyatakan pemerintah bakal konsisten dengan keputusan penetapan Idul Fitri 1432 H yang jatuh pada Rabu (31/8/2011). Lewat pernyataan itu, Suryadharma menepis kabar bahwa pemerintah mengakui kesalahan soal itsbat dan menyarakan umat muslim berbuka puasa pada Selasa (30/8/2011) lalu.

"Tidak ada (kabar pemerintah mengakui kesalahan). Tetap pemerintah konsisten," ungkap Suryadharma usai bersilahturahmi dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Negara, Jakarta, Rabu (31/8/2011).

Suryadharma menyebutkan kabar pemerintah mengakui kesalahan soal itsbat adalah fitnah. Ketika kabar itu beredar luas di masyarakat, Suryadharma mengaku dihubungi wartawan apakah pemerintah akan minta maaf.

"Lah, minta maaf salahnya di mana? Tidak ada yang salah," tegasnya. Selain itu, Suryadharma juga membantah pernyataan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsudin yang mengatakan suara Muhammadiyah tidak didengar dalam sidang itsbat yang digelar di kantor Kementerian Agama, Jalan Pejambon, Jakarta, pada Senin (29/8/2011) lalu. Menurutnya, hal tersebut hanya pendapat Din sendiri.

"Utusan resmi Muhammadiyah yang ikut sidang itsbat mengatakan bahwa muhammadiyah menghormati bagi yang berpandangan 1 Syawal jatuh pada 31 agustus, hari Rabu. Namun kami minta izin untuk melaksanakan idulfitri pada hari selasa," tutur Suryadharma.

Lebih lanjut, Suryadharma lagi-lagi menyangkal jika penetapan Idul Fitri 1432 H yang jatuh pada Rabu (31/8/2011) merupakan keputusan yang cenderung memihak ormas tertentu. Dalam sidang itsbat, kata Suryadharma, ada 12 perwakilan ormas yang memberikan komentar terhadap laporan-laporan yang melaksanakan ruqyat di banyak titik, lebih dr 90 titik.

"Itu kan dibacakan, termasuk keputusan resmi organisasi. Juga pandangan majelis ulama. 12 (perwakilan ormas) setujui hari rabu," imbuhnya.//sumber-tribun news.com//-//kba.ajiinews//ras//

Jumat, 26 Agustus 2011

PLTU Sumur Adem Indramayu Suplai Listrik Jawa Bali

PLTU Sumur Adem Indramayu Suplai Listrik Jawa Bali

Bupati Indramayu Desak Pembangumnan PLTU Sumur Adem




Indramayu-“kba-kantor berita ajiinews”

Rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) II di Kabupaten Indramayu ditanggapi serius oleh Pemkab Indramayu. PLN diminta untuk memperhatikan dampak social dan kemasyarakatan yang akan muncul dari pembangunan proyek nasional itu. Hal ini terungkap ketika dilakukan Expose Rencana Pembangunan yang berlangsung di Ruang Data I Setda Indramayu, Selasa (23/8).

Bupati Indramayu Hj. Anna Sophanah menjelaskan, pihak PLN harus benar-benar memiliki komitmen dengan berbagai pihak. Karena lokasi yang akan dibangun berada di Desa Mekarsari, Desa Patrol dan Patrol Lor Kecamatan Patrol, dan Desa Sumuradem Kecamatan Sukra.

Komitmen yang harus ditunjukan oleh PLN tersebut diantaranya rekruitmen tenaga kerja lokal secara mayoritas, dampak lingkungan, penggantian lahan pertanian, serta komitmen lainnya yang akan dituangkan dalam nota kesepahan atau MOU dalam waktu dekat.

Selain harapan dari Bupati Indramayu, harapan lain juga muncul dari Muspida dan para kepala OPD agar pembangunan PLTU II ini bisa berjalan lancer dan tidak berimbas pada dampak hukum. “Kita bukan untuk mempersulit izin PLTU II, namun kita harus lebih hati-hati dan waspada terhadap dampaknya. Jika PLN tidak memperhatikan keinginan masyarakat Indramayu maka sebaiknya ditinjau ulang.” Kata Wakil Bupati Drs. H. Supendi.

PLTU II Indramayu ini merupakan lanjutan dari PLTU I yang telah berdiri sebagai upaya pemerintah untuk memenuhi suplai listrik di Jawa Bali. PLTU II ini akan menghasilkan 2 X 1000 MW . (deni/-//kba-ajiinews//morassdi//

Selasa, 23 Agustus 2011

LPSE Jawa Barat Terbaik Nasional 2010

LPSE Jawa Barat Terbaik Nasional 2010
27 November 2010 19:26

BANDUNG, (PRLM).- Pada acara Pertemuan Nasional ke-5 Layanan Pengadaan Barang dan Jasa secara Elektronik (LPSE) seluruh Indonesia, menobatkan LPSE Provinsi Jawa Barat sebagai Juara Nasional dengan predikat LPSE Terbaik Tingkat Nasional. Penghargaan itu diberikan oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) pada acara tersebut yang digelar tanggal 24-26 November 2010 lalu, di Balikpapan, Kalimantan Timur.

“Jawa Barat mengungguli prestasi dari 25 provinsi di seluruh Indonesia yang sudah menjalankan LPSE, Sebuah capaian yang patut dipertahankan bahkan ditingkatkan lagi. Capaian ini juga semakin memperkuat tekad untuk melaksanakan lelang secara elektronik di seluruh Jawa Barat. Ini bukti bahwa LPSE di Jawa Barat berhasil dijalankan secara konsisten dan lancar,” tegas Heryawan menanggapi prestasi yang telah diraih LPSE Provinsi Jawa Barat di Gedung Negara Pakuan, Bandung Jawa Barat, Sabtu (27/11).

Menurut Kepala Balai LPSE Jawa Barat Ika Mardiah, penghargaan itu merupakan pengakuan terhadap prestasi LPSE Jawa Barat yang memfasilitasi lelang dengan jumlah paket terbanyak, instansi pengguna terbanyak, dan vendor terbanyak. Di samping itu LPSE Jawa Barat telah berhasil mengembangkan Aplikasi Reporting System LPSE yang diberi nama “Pakar Report”, sebagai sebuah inovasi yang memudahkan memantau pelaksanaan lelang secara elektronik. Aplikasi tersebut dipresentasikan pada pertemuan nasional LPSE dan mendapat respon dari para peserta yang hadir dari seluruh Indonesia.

Pertemuan Nasional tersebut dihadiri seluruh provinsi yang sudah memiliki LPSE ataupun yang sedang persiapan, LPSE vertikal dari instansi/kementerian/lembaga, serta LPSE kabupaten dan kota. Acara tersebut merupakan wahana evaluasi, sharing informasi sekaligus mempersiapkan seluruh kementrian/lembaga/dinas/instansi untuk menggunakan atau membentuk LPSE. Hal itu merupakan kewajiban yang ditetapkan dalam Peraturan Presiden No. 54/2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. Pada kesempatan tersebut juga diperkenalkan aplikasi Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE) versi 3 yang telah disesuaikan dengan ketentuan dalam Perpres 54/2010.[]

Sumber: Pikiran Rakyat//kba.ajiinews//remaja.com//morassdi//

Senin, 22 Agustus 2011

Kapolres Indramayu Gelar Ketupat Lodaya 2011

Indramayu-"kba-kantor berita ajiinews "

Menjelang persiapan Idul Fitri 1432 H para pemudik arus dari Jakarta menuju Jawa baik kendaraan roda dua dan mobil di jalur tengkorak pantura (pantai utara ) , siap sambut para pemudik yang akan melintas di wilayah Kabupaten Indramayu. Ribuan personil dikerahkan untuk atur lalu lintas di wilayah yang memiliki panjang pantai 114 kilometer ini. Hal itu terungkap dalam Gelar Pasukan Operasi Ketupat Lodaya 2011 yang berlangsung di Alun-alun Indramayu, Senin (22/8).

Kepolisian Resort Indramayu menurunkan 2/3 dari pasukannya atau sekitar 801 personil yang ditambah dengan unsure lain seperti Den POM, TNI, Satpol PP, Dishubkominfo, Damkar, Kesehatan, Orari/Rapi, Pramuka, dan PMI. Semua personil itu akan ditempatkan di beberapa pos PAM dan Pos Gatur di sepanjang jalur pantura maupun jalur alternative.

Kapolres Indramayu AKBP. Rudi Setiawan menuturkan untuk beberapa titik rawan, pihaknya telah menempatkan sniper (penembak jitu) untuk melumpuhkan potensi kesjahatan yang mungkin muncul. Sementara untuk pekerjaan rehab jalan di jalur pantura sendiri secara umum telah rampung dan bisa digunakan pada mudik ini.

Sementara itu Bupati Indramayu Hj. Anna Sophana mengatakan, untuk wilayah Indramayu siap untuk menyambut kedatangan para pemudik yang akan tiba dan singgah di Indramayu. Yang harus diperhatikan adalah akan ada kenaikan jumlah sepeda motor dibandingkan tahun lalu mencapai 20 persen.

Beberapa lokasi yang rawan macet, tambah Bupati Indramayu, Anna Sophanah yaitu pasar Sukra, Pasar Patrol, Pasar Eretan Wetan, Pasar Kandanghaur, Simpang Tiga Karang Sinom, Simpang Tiga Jangga, Pasar Bangkir, dan Pasar Kertasmaya. Ditempat tersebut juga sering terjadi pasar tumpah.

Sementara itu, Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kabupaten Indramayu dalam Operasi Ketupat Lodaya 2011 ini menurunkan 122 orang personil yang bertugas di Pos Penghitungan Arus Lalin sebanyak 8 orang, Persimpangan 100 orang, dan Mobile 14 orang. //source-deni//-//kba.kusbana//








Sabtu, 20 Agustus 2011

Menkoinfikom Tifatus Sembiring

Menkominfo uji coba desa berdering di Cimahi


Large_iphone-ap

Cimahi-"kba.remaja.com"

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Tifatul Sembiring melakukan uji coba Desa Berdering program Universal Service Obligation (USO) di Kantor Kecamatan Cimahi Selatan, Jawa Barat.

Program USO merupakan layanan yang berbasis kepada penyediaan jasa akses telekomunikasi dan informatika perdesaan, sebagai bagian dari kewajiban pelayanan telekomunikasi terhadap perkembangan desa.

"Desa Dering dan Pusat Layanan Internet Kecamatan merupakan wujud nyata dalam pemerataan akses informasi di seluruh wilayah Indonesia," katanya tadi pagi di acara sosialisasi edukasi publik kewajiban pelayanan USO.

Menurut dia, kebutuhan dalam mengikuti perkembangan kemajuan di bidang teknologi informasi sangatlah penting, mengingat luasnya demografi Indonesia dan juga beragamnya tingkat sosial masyarakat.

Vice President Special Area Development Telkomsel Budi Utomo mengatakan peresmian Desa Berdering di Kec Cimahi Selatan ini merupakan salah satu upaya perusahaannya untuk melayani lebih dari 25.000 desa.

Desa tersebut tersebar di wilayah Banten, Jabar, Jateng, DI Yogyakarta dan Jatim.//sumber bisnis.com (er)-//kba.remaja.com//rs//

HUT RI KE 66TAHUN INDRAMAYU

Dandim 016 Indramayu Pimpin Renungan Suci Hut Ri 66 Tahun




Indramayu-“kba.ajiinews”

Dalam rangkaian kegiatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke 66 tahun 2011 tingkat Kabupaten Indramayu, bertempat di Taman Makam Pahlawan Darma Ayu pada pukul 00.00 WIB digelar Apel Kehormatan dan Renungan Suci yang dihadiri oleh TNI/Polri, PNS, Anggota DPRD, Organisasi, pelajar dan juga peserta lainnya.

Apel Kehormatan dan Renungan Suci ini merupakan bentuk penghormatan kepada para Pahlawan yang telah berjuang untuk mendapatkan kemerdekaan dari penjajahan. Apalagi bersamaan dengan momen peringatan kemerdekaan Republik Indonesia. Di Taman Makam Pahlawan Darma Ayu Indramayu telah dimakamkan TNI/POLRI sebanyak 170 orang, sipil sebanyak 7 orang, dan pahlawan tak dikenal sebanyak 17 orang.

Bertindak selaku Inspektur Upacara Dandim 0616 Indramayu Letkol. ARH. Hari Arif Wibowo.yang memimpin secara langsung apel tersebut. Suasana semakin khidmat ketika lampu dipadamkan dan hanya mengandalkan penerangan dari nyala obor dan lilin yang dibawa oleh para pelajar.

“Menyatakan hormat yang sebesar-besarnya, atas keikhlasan dan kesucian penghormatan saudara-saudara sebagai pahlawan dalam pengabdian terhadap perjuangan demi kebahagiaan negara dan bangsa. Kami bersumpah dan berjanji, perjuangan saudara-saudara adalah perjuangan kami pula dan jalan kebaktian yang saudara-saudara tempuh adalah jalan kami semua.” Kata Dandim dalam kalimat apel kehormatan dan renungan sucinya.

Suasana angin malam yang begitu dingin, bertambah dingin dan merinding ketika diberikan penghormatan terakhir dan diperdengarkan suara trompet dari dua sudut areal makam yang berbeda. Meskipun demikian, para peserta begitu menghormati jasa-jasa para pahlawan yang telah memerdekaan bangsa ini. (deni/)-//kba.ajiinews//tamrin//

Jumat, 19 Agustus 2011

Bupati Indramayu Buka Pasar Murah, 61,333 Paket disediakan


Indramayu-"remaja.com"

Bupati Indramayu Hj. Anna Sophanah membuka secara resmi kegiatan Pasar Murah 2011 dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri 1432 Hijriyah yang berlangsung di Alun-alun Indramayu Jum’at (19/8). Kegiatan ini merupakan upaya pemerintah untuk membantu masyarakat yang tingkat daya belinya rendah agar dapat memperoleh barang-barang kebutuhan pokok dengan harga dibawah pasar.

Kepala Bagian Perekonomian Setda Indramayu Dra. Hj. Dede Setyawati mengungapkan kegiatan pasar murah ini juga merupakan upaya untuk mengendalikan laju kenaikan harga kebutuhan pokok masyarakat menjelang datangnya Idul Fitri. Kegiatan ini akan berlangsung sampai tanggal 21 Agustus mendatang. Sebelumnya, kegiatan pasar murah juga telah dilakukan secara serentak pada tanggal 9-11 Agustus di 31 kecamatan yang ada di Indramayu.

Untuk produk yang dipasarkan meliputi, sembako, makanan olahan, minuman, pakaian muslim, batik, dan produk lainnya. Sementara untuk sembako mendapatkan subsidi dari pemerintah daerah berupa beras besarnya subsidi sebesar 1000 rupiah per kg. Gula pasir besarnya subsidi 2000 per kg, Minyak goreng besarnya subsidi sebesar 2000 per liter, dan Mie instant besarnya subsidi sebesar 350 per bungkus.

Dede Setyawati menambahkan, biaya subsidi untuk pasar murah ini bersumber dari APBD Tahun 2011 sebesar 338 juta serta bantuan dari BUMN, BUMD, dan perusahaan swasta sebesar 128,6 juta. Kegiatan pasar murah ini mampu menyediakan paket sembako sebanyak 61.333 paket. Jumlah tersebut dapat melayani 36,14 persen dari jumlah penduduk miskin Indramayu yang mencapai 169.720 rumah tangga miskin (RTM). “Pada tahun 2010 yang lalu kami hanya mampu melayani 9 persen penduduk miskin, namun kini kita mampu mencapai 36,14 persen sehingga ada peningkatan pelayanan sebesar 27 persen.” Kata Dede.

Sementara itu Bupati Indramayu Hj. Anna Sophanah mengatakan, kegiatan ini meskipun waktunya sebentar diharapkan benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang kurang mampu. -//rantham//denj//


Rabu, 17 Agustus 2011

HUT RI 66 Tahun Kuningan Bendera Gagal Berkibar..?

Terlepas, Bendera Gagal Berkibar PDF Print
Sumber : sindo
Kuningan-"kba.remaja.com"

Upacara peringatan detik-detik proklamasi di Lapangan Ewangga, Kabupaten Kuningan diwarnai insiden memilukan,kemarin. Bendera merah putih yang dikibarkan pasukan pengibar bendera (Paskibra) lepas dari pengaitnya saat dibentangkan.

Kejadian tersebut praktis mengejutkan seluruh peserta upacara termasuk Bupati Kuningan dan pejabat unsur muspida seperti Kapolres,Dandim, Kepala Kejari, dan Ketua Pengadilan Kuningan. Tampak raut wajah sedih dan bingung dari para petugas pengibar bendera saat insiden tersebut terjadi.

Meski menyalahi prosedur dan ketetapan (protap) pengibaran bendera peringatan detik- detik proklamasi tetap dilanjutkan hingga usai. Pemimpin Upacara Kapten CAJ Kundang AD mengatakan insiden tersebut murni musibah dan tidak ada unsur kesengajaan. “Semuanya di luar kehendak dan harapan kami. Sang Merah Putih tidak bisa dikibarkan sempurna karena ada masalah kecil yang berakibat fatal.

Kait pada tali ternyata tidak mengunci cincin bendera dengan baik, sehingga saat akan dikerek ternyata bendera terlepas,”kata Kundang. Sejumlah petugas dengan sigap masuk ke lapangan untuk memperbaiki tiang dan tali bendera.Setelah tiang siap,kegiatan pengibaran bendera pun diulangi kembali. Seluruh peserta upacara kembali melakukan penghormatan bendera tanpa diiringi lagu Indonesia Raya.

Diakui Kundang,terjadi kesalahan prosedur ketika petugas pengibar langsung melipat bendera begitu lagu kebangsaan Indonesia Raya selesai dinyanyikan. “Memang seharusnya petugas membentangkan bendera tersebut hingga seluruh rangkaian upacara selesai dilaksanakan. Namun yang terpenting, Sang Merah Putih tetap dikibarkan usai upacara dan disaksikan oleh seluruh peserta upacara,”kata Kundang.

Sementara itu, Bupati Kuningan Aang Hamid Suganda mengungkapkan,kejadian tersebut sebagai musibah yang harus dimaknai secara arif dan bijaksana. “Kejadian tersebut merupakan musibah dan jangan sampai meruntuhkan jiwa nasionalisme kita untuk tetap memperingati hari kemerdekaan ini dan melanjutkan perjuangan para pahlawan dengan melakukan hal positif dan bermanfaat bagi nusa dan bangsa,”kata Aang.

Sementara itu, di Kabupaten Indramayu pelaksanaan HUT RI ke-66 berlangsung khidmat.Pengibaran bendera di Alun-alun Kabupaten Indramayu berjalan lancar. Di tempat terpisah,puluhan peserta upacara di Alun-alun Kabupaten Majalengka pingsan. Teriknya sinar matahari diduga menjadi faktor utama kejadian tersebut. mohamad taufik/ tomi indra/inin nastain

ORARI LOKAL INDRAMAYU DUKUNG OPERASI KETUPAT LODAYA


Drs Sutrisno Ketua Orari Lokal Indramayu

Indramayu-"kba-kantor berita ajiinews"


Ketua Orari Lokal Kab.Indramayu Jawa Barat, Drs Sutrisno (17/8) menjelaskan pada wartawan ajiinews, menjelang Idul Fitri 142 H , tim personil Orari Lokal Indramayu siap membantu kegiatan sosial di jalur Pantura Indramayu.

Hal tersebut dijelaskan Sutrisno, berdasarkan surat dari Polres Indramayu Nomor : B/1615/VIII/2011/Bag Ops diminta kehadirannya pada upacara Gelar Pasukan Operasi Ketupat Lodaya 2011,pada Hari Senin 22 Agustus 2011jam 07.00Wib kumpul di sekretariat lokal dengan pakaian orange ,celana hitam bersepatu.

Dalam kegiatan ini tegas Sutrisno setiap tahun Orari ikut terlibat dalam kegiatan sosial ini,sedangkan personil yang akan diterjunkan do sepanjang Pantura Indramayu 150 personil terdiri dari 10 pos jaga.Hal itu juga dengan semangat juang tim yang solid Orari Lokal Indramayu dapat mengambil bagian dalam kegiatan tersebut .Mulai bergerak h -7 dan h + Idul Fitri.

Karena terlihat pada jalur pantura juga para arus mudik dari Jakarta menuju Jawa, sebagian yang baru lintas jika dia bagian dari abggota Orari maupun non anggota minimalnya secara sosial jika dia butuh keterangan jalan dapat dibantu.Kegiatan ini sudah menjadi bagian dilakukan setiap tahun kata Mantan Kepala Dinas Dan Perkebunan Kab,Indramayu Drs Sutrisno.

Menurut salah satu anggota Orari Lokal ,cewek manis cantik, Yani dalam menghadapi kegiatan sosial ini sudah bagian dari kegiatan tanpa pamrih,terpenting bagi saya pribadi dan anggota Orarai Lokal Indramayu terpanggil jiwa saya dapat membantu orang dalam hal memberikan dan membantu Informasi tentang arus mudik dan arus balik pada saat Idul Fitri
-//kba.ajiinews/morassdi//galang//ras//

Selasa, 16 Agustus 2011

Finansial Pahami Agar Tidak Terjebak

Paham finansial sejak dini



Jakarta-"kba.remaja.com"

Menerima uang kembalian dalam bentuk permen dari sebuah toko swalayan sudah lazim di sini, meskipun aneh. Alasannya si toko tidak mempunyai persediaan uang dalam pecahan kecil.

Kalau di Amerika Serikat uang recehan tetap bahkan punya julukan yaitu cents = $0,01, nickel = $0,05, dime = $0,10, quarter = $0,25. Kalau di sini nyaris mustahil menemukan uang koin 5, 10, 25, bahkan orang malas menggunakan koin 50 dan 100.

Zaman ketika uang recehan punya julukan seperti gotun = Rp5, jigo = Rp25, gocap = Rp50, cepe'= Rp100,- sudah punah, seperti dinosaurus. Jangan anggap remeh uang recehan, sebab tidak akan jadi Rp1 miliar, jika kurang Rp1, saja.

Ini benar-benar pelajaran dasar keuangan. Yang pasti bermain dengan uang recehan adalah cara mudah mengajarkan dasar-dasar perencanaan keuangan kepada balita Anda, dan akan menentukan kesuksesan finansial pada masa dewasanya.

Yuk main koin

Otak anak-anak balita seperti busa spon. Mereka dengan amat mudah menyerap ide bahwa orangtua akan membelikan apa pun yang mereka inginkan, sama mudahnya dengan mengenali warna dan suara.

Namun, seorang anak balita mungkin akan memilih sekaleng penuh koin Rp100, daripada selembar Rp50.000. Dia mengira koin yang lebih berat dengan gemerincing nyaring pasti lebih bernilai daripada selembar kertas biru yang membosankan.

Jadi buat anak balita, Anda bisa mulai mengajari mereka tentang nilai uang. Cara yang paling mudah adalah dengan membiarkan anak menyentuh dan bermain dengan uang koin, lantas memberitahukan bahwa ada perbedaan antara koin Rp100, Rp200, Rp 500, Rp1.000.

Sediakan berbagai pecahan kecil dalam dompet Anda, biarkan dia membayar sebungkus biskuit yang disukainya seharga Rp500. "Nah ..nak, harga sebungkus biskuit itu Rp500."

Susun 5 atau 10 dari uang koin dari tiap pecahan Rp100, Rp200, Rp500 dan Rp1.000. Kemudian bandingkan berapa banyak koin Rp100, yang dibutuhkan untuk membentuk koin Rp500, atau berapa banyak koin Rp200, yang dibutuhkan untuk membentuk koin Rp1.000.

Semakin sering berlatih dengan uang koin, semakin besar manfaat tambahan dari mengajari anak tentang nilai uang. Orangtua dapat memperlihatkan bagaimana cara berhitung dan mulai mengenalkan mereka kepada dasar-dasar matematika seperti penambahan dan pengurangan.

Ini uangku !

Anak-anak suka berpura-pura sebagai orang dewasa dan mereka menjiwai peranannya. Karena itu betapa pun sulit diterima, anak-anak balita memang suka jajan, persis kebanyakan orang dewasa.

Namun, itu tidak selalu buruk, tinggal mengarahkannya saja. Anak umur 5 tahun sudah mulai bisa belajar membuat anggaran jika Anda memberikan mereka uang dan membolehkan mereka membelanjakannya.

Anda pasti mengarahkan mereka, tetapi biarkan mereka belajar mengambil keputusan sendiri. Paling-paling orangtua bisa mengatakan, "Nak, kamu bisa miskin kalau jajan terus. Nah, kamu mau jadi miskin atau kaya ?" Biarkan anak memilih. Tugas Anda adalah mengajukan pertanyaan yang tepat.

Dalam memberikan uang, orangtua dapat menggunakan patokan jumlah uang yang biasa orang tua belanjakan untuk membeli jajanan anak tetapi bukan kebutuhan utama, misalnya makanan kecil atau mainan.

Namun jangan lupa ya, orangtua harus menjelaskan bahwa jika mereka telah memberikan uang kepada anak, orangtua tidak akan membelikannya lagi untuk anak. Jadi si anak dapat memutuskan apakah dia benar-benar ingin menghabiskan uangnya atau tidak.

Orangtua juga dapat memulai memberikan anaknya uang saku secara rutin ketika mereka memasuki sekolah dasar. Jumlah uang saku yang tepat tentunya harus diperkirakan dengan cermat.

Sebagai saran, Anda bisa menggunakan patokan yaitu 1/2 dari umurnya dikali Rp1.000 per hari (harga rata-rata jajanan sekolah). Misalnya jika usia anak 6 tahun, maka Anda bisa memberikan 1/2 dari usianya dikali Rp1.000, atau 6 x 1/2 x Rp1.000 = Rp3.000.

Beberapa orang menganggap itu terlalu pelit, sementara yang lain berpendapat jumlah tersebut terlalu banyak. Saya kira bisa disesuaikan dengan asumsi harga rata-rata jajanan sekolahnya.

Membuat anggaran adalah tentang mempertimbangkan pilihan dan membuat keputusan. Ini adalah pelajaran berharga yang akan anak-anak dapatkan hanya jika mereka membelanjakan uangnya sendiri dan mungkin sulit mereka mengerti jika terus saja membelanjakan uang orangtua.

3 stoples harta

Membuat anggaran untuk anak-anak tidak sama dengan dengan menulis laporan arus kas seperti yang dipraktikkan orangtua. Itu akan sangat membosankan dan segera saja mereka akan kehilangan minatnya.

Anda dapat menggunakan tiga buah sstoples atau kaleng yang masing-masing bertuliskan: 1) jajan; 2) tabungan; 3) amal. Ketiga stoples ini akan mengajarkan mengenai konsep tujuan keuangan, yaitu memperlihatkan kepada anak bahwa uang dapat digunakan untuk tujuan jangka pendek, jangka panjang, dan amal kebaikan.

Anak-anak harus mengisi stoples-stoples itu untuk mendapatkan yang mereka inginkan. Ketika balita Anda meminta dibelikan sesuatu, dia akan menghitung apakah dia memiliki cukup uang di dalam stoples "jajan"nya.

Anak-anak juga bisa mengambil uang di dalam stoples amal dan membawanya ke masjid, gereja, kuil, dan memasukkannya ke kotak amal, atau memberikannya kepada yang membutuhkan.

Nah, uang di dalam stoples tabungan dibiarkan terus bertambah sampai mencapai jumlah minimal Rp100.000, atau jumlah yang cukup untuk disetorkan ke bank. Di sinilah orangtua bisa mengenalkan anak-anak ke bank, membuka rekening tabungan untuk mereka dan membantu mengisi formulir tabungannya. Dengan tabungan bank, anak-anak dapat mengenal konsep tujuan keuangan jangka panjang.//source bisnis.com//-//kba.ajiinews//remaja.com//red//

Gugatan Warisan Orang Tua ,Saudara Jadi Pecah

Dampak Dari Warisan Orang Tua :

SUTIRAH MOHON PENINJAUAN KEMBALI

Indramayu- kba “GALANG”

Anak tertua dari almarhumah Ibu Masidem,Sutirah telah melayangkan surat permohonan peninjauan kembali kepada Kepala Desa (kuwu)Lingga Jati Edi dengan tembusan kebeberapa Intansi terkait.hal itu dilakukan Sutirah .Karena hak warisnya sebagai anak almarhumah Ibu Masidem telah dirampas oleh adik kandungnya bernama Ramen ,secara rekayasa sepihak.,Ada pun modus dampak perampasan hak warisan dari orang tua yang dilakukan Ramen kepada kakak nya Sutirah yaitu dengan timbulnya surat pernyataan bersama antara kedua pihak ,bahwa Sutirah secara sadar tanpa paksaan telah memberikan hak warisannya kepada Ramen dengan dasar untuk membayar hutang.

Didalam isi pernyataan bersama yang di buat oleh Ramen selanjutnya tertulis bahwa pihak pertama Sutirah telah memberikan hak tanah warisannya dari Masidem kepada Ramen adiknya,.Sebagai dana pertama pembayaran hutang yang diperkirakan sebesar Rp4,462500., .Adapun untuk kekurangan nya pihak kedua memberikan jangka waktu pelunasan 2tahun ,terhitung sejak dibuatnya surat pernyataan ini,Lingga Jati 5 Desember 2001 dan pihak pertama masih mempunyai hutang sebesar Rp4237500.,.Surat tersebut diketahui oleh Kuwu Edi dan disaksikan oleh Carnoto dan mantan Lurah Lingga jati Ibnu K.

Sementara menurut data dan saksi-saksi pada tanggal bulan dan tahun tersebut Ibu Masidem masih hidup atau belum meninggal Dunia. Ketika hal ini 18/05 di konfirmasi keskretaris desa Lingga jati Ubaidillah mengatakan,bahwa pada perinsipnya ia mengakui hak waris Sutirah dan Ramen belum dibagi secara resmi, untuk itu ia berjanji akan membantu kedua pihak menyelesaikan permasalahnya.

Pada tanggal 24 Mei 2011 Kuwu Lingga jati mengirim surat panggilan kepada kedua pihak, isinya meminta kedatangan mereka dikantor Desa. Dalam rangka penyelesaian masalah antar keluarga,adapun waktunya (25/05) dalam pertemuan itu kedua pihak sepakat bahwa hutang akan diselesaikan secara hukum. Hutang piutang dan soal hak waris akan di bagi dua dengan adil,yaitu 100 Bata luas Sawah didua lokasi satu di Desa Cidempet dan satunya lagi terletak di Desa Lingga Jati.

Sementara yang di Desa Cidempet seluas 50 Bata di berikan kepada Sutirah,lalu tanah darat seluas 480 Meter persegi. Berdasarkan catatan yang ada dibuku Desa, hal itu juga dibagi dua masing-masing pihak mendapat 240 Meter persegi,lalu mengenai satu unit Rumah tua peninggalan Ibu Masidem dikuasakan kepada Sutirah,.Namun berita acara kesepakan pertemuan itu belum menghasilkan secara tertulis,sehingga dalam hal ini Sekdes atau Juru tulis Desa Lingga jati masih harus berjanji kepada Sutirah untuk bersabar.

Namun menurut Sutirah kesabaran ada batasnya ketika janji Juru tulis di tunggu sekian hari tiada kabar.

Maka pada tanggal 6 Juni 2011 ia mengirim kan surat Peninjauan kembali kepada ku yang di tembus kan keberbagai Intansi terkait,Sutirah mengatakan sepanjang hak waris belum dibagi secara fatwa waris maka apabila ada timbul atau terbit akta jual beli dan sejenisnya objek tanah atau Sawah milik Ibu Masidem.Hal itu dianggap hasil rekayasa sepihak yang di bantu oleh Oknum oknum tertentu dan hal itu di anggap cacad demi Hukum,Sutirah juga menambah kan bila persoalan ini belum di selesaikan menurut Hukum yang berlaku maka Objek tersebut dianggap sengketa.//S.Tarigan/Muchtar AS//rantham//

Top of Form