MEDAN-"kba-remaja.com"
Bocah berusia 2 tahun,BAN,warga Kecamatan Medan Kota, yang didiagnosa positif HIV dan dirawat di RSUD dr Pirngadi, Medan, akhirnya mengembuskan napas terakhirnya kemarin.
BAN dirawat di ruang III anak RSUD dr Pirngadi mulai Selasa (5/1) lalu.Pada hari pertama dirawat, kondisinya sangat lemah, berat badannya tidak lebih dari 5 kg. Dia didampingi neneknya M Boru Sibagariang, 56, warga Medan Kota. Kepala Subbagian Hukum dan Humas RSUD dr Pirngadi Medan Edison Perangin-angin memaparkan, BAN meninggal sekitar pukul 14.30 WIB.
Bocah ini meninggal karena serangan infeksi paru dan gizi buruk di saat tubuhnya sudah kehilangan kekebalan tubuh akibat terinfeksi HIV (human immunodeficiency virus). Edison mengatakan, BAN dan sekeluarga merupakan pasien Klinik VCT RSUD dr Pirngadi Medan. Dari pemeriksaan,BAN dan ibunya Su, 22, memang dinyatakan positif HIV. Bahkan, BAN sudah dua kali diperiksa dan hasilnya tetap sama.
BAN mulai sakit-sakitan seusai ayahnya yang juga terinfeksi HIV/AIDS meninggal. Manajer Kasus HIV/AIDS di RSUD dr Pirngadi Medan Antis Naibaho juga mengatakan hal yang sama. Dia sempat mengunjungi BAN sekitar pukul 12.00 WIB. Saat itu, kondisinya memang sangat lemah dan sesak napas mendadak.Tim medis sudah memasang oksigen untuk membantunya.
“Selain gizi buruk berat, anak itu juga batuk-batuk dan sesak.Kami sudah pasang oksigen. Saat itu kondisinya memang sangat lemah. Saya juga baru tahu kalau dia meninggal, karena sebelumnya saya sempat mengunjunginya,” ujarnya. Orangtua BAN,yakni BN,28,telah meninggal dunia pada 27 November 2009 karena HIV/AIDS.Sedangkan ibunya, Su, yang juga positif HIV/AIDS, kini tinggal di Perbaungan.
Setelah ayahnya meninggal, BAN dibawa ibunya ke Perbaungan. Namun, karena terus-terusan sakit dan tak kunjung sembuh, Su mengantarkannya kepada neneknya, M Boru Sibagariang,56,warga Medan Kota. Oleh neneknya,BAN kemudian dibawa ke RSUD Pirngadi Medan. Menurut M Sibagariang, cucunya itu mengalami demam tinggi, diare,dan batuk sejak dua pekan lalu.
Berat badan bungsu dari dua bersaudara ini terus menurun. Di usianya yang kini 2 tahun,berat badannya hanya 4,5 kg. Dia awalnya tidak mengetahui penyakit yang menggerogoti cucunya hingga badannya kurus kering. Padahal, waktu lahir berat badannya normal sekitar 3,5 kg.
Bahkan, saat umurnya setahun BAN sudah bisa merangkak. “Saya nggak begitu tahu apa penyakitnya, tapi kata dokter hasil pemeriksaan di VCT Desember 2010 lalu, BAN positif kena virus. Saya nggak tahu virus apa itu,”ujarnya. M Boru Sibagariang optimistis cucunya segera sembuh. Namun, takdir berkata lain.Bocah itu telah dipanggil Sang Khalik.sumber sindo.(eko agustyo fb)-//kba-ajiinews//galaknews//galang//
Tidak ada komentar:
Posting Komentar