Dambak Banjir Penyakit Kambuh
MEDAN -"kba-remaja.com"
Setelah musibah banjir yang membuat sejumlah warga Kota Medan menderita, kini berjangkitnya Demam Berdarah Dengue (DBD) di ibukota Provinsi Sumatera Utara ini juga mencemaskan masyarakat. Bayangkan, sudah 22 warga meninggal dunia, akibat penyakit yang disebarkan lewat gigitan nyamuk ini.
“Kita berharap, Pemko Medan segera melakukan serangkaian upaya penanggulangan, sehingga penyebaran DBD tidak justru makin meluas,” ujar Muhammad Sobri, 37, warga Medan Helvetia kepada Berita, Rabu (12/01).
Bagaimana tidak. Kecemasan warga tentu saja beralasan. Selain DBD telah merenggut 22 nyawa, sekarang ini penyakit yang bisa mematikan ini juga diderita 3.122 orang.
Walikota Medan Drs H Rahudman Harahap, MM mengakui, kondisi ini memang memerlukan perhatian ekstra-serius, dan salah satu upaya upaya yang paling efektif adalah dengan pemberantasan sarang nyamuk yang dilaksanakan secara rutin.
“Untuk itu, saya perintahkan kepada para Camat dan Lurah untuk mengajak masyarakatnya melakukan Gerakan Jumat Bersih, khususnya pemberantasan sarang nyamuk dengan 3M (Menguras, Menutup dan Mengubur),” ujar walikota.
Dia mengharapkan partisipasi aktif dari masyarakat, sekaligus mengimbau kepada seluruh warga kota, terutama para tokoh masyarakat untuk ikut serta dalam mensukseskan program kesehatan di kota Medan, termasuk melakukan penghijauan terutama di daerah sekitar bantaran aliran sungai. “Saya berharap, agar masyarakat mau memberikan masukan serta laporankepada pemerintah, baik secara langsung maupun melalui camat dan lurah,” ujarnya.
Walikota juga mengharapkan dukungan dari DPD RI perwakilan Sumut agar ikut membantu Pemko Medan dalam berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk pengorekan sungai serta pembangunan tanggul-tanggul, baik yang sudah rusak maupun tanggul baru.sumber berita sore medan (irh)-//kba-ajiinews//remaja.com//galang//.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar